Gubernur Jatim Dapat Bantuan Screening Room dari Mahasiswa Unibraw

 Gubernur Jatim Dapat Bantuan Screening Room dari Mahasiswa Unibraw

Mahasiwa dari Universitas Brawijaya, Malang, Jateng, pencipta SiCO alias Sikat Corona. (Foto : Ist)

Telescopemagz.com –  Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapat bantuan alat screening room dari 7 mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw). Empat prototipe yang dinamakan SICO atau Sikat Corona ini, hasil karya Muhammad Arief Hidayat, Rafi Ramaditya, Syahrizal Maulana, Ferdiansyah Pria Nugroho, Gilang Wisnu Syah Putra, Achmad Alwan Hidayat, dan Vicky Ihz.

Mereka menciptakan alat tersebut dengan model yang sederhana, fungsional, namun murah.

Pemberian alat bantuan ini diserahkan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (23/3/2020).

“Ini sebetulnya sudah digunakan seperti di RS Saiful Anwar Malang. Di sana sudah ada dua screening room. Upaya bantuan dari mahasiswa ini, sebagai ikhtiar dari kita semua dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Tapi harus kembali secara personal, bagaimana kita sehat dan orang di lingkungan kita juga sehat,” ujar Khofifah.

Nantinya, sebut Khofifah, setiap staf dan tamu yang akan masuk ke kantor dan gedung di lingkungan Pemprov Jatim, diwajibkan untuk melakukan screening melalui penyemprotan cairan desinfektan baik mobil maupun personilnya. Kendaraan  diskrining dengan penyemprotan desinfektan secara drive through.

“Kita menyiapkan screening room di setiap kantor pemerintahan di lingkungan Pemprov, yang kita mulai hari ini adalah di Grahadi. Kemudian menyusul di kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena ASN  akan tetap masuk kerja dengan sistem satu hari masuk kantor, satu hari bekerja di rumah,” terang Khofifah.

Sementara itu, ketujuh mahasiswa pencipta SICO dibimbing oleh dosen Teknik Mesin, Dr Sugiarto ST MT dan Dr Eng Eko Siswanto ST MT.

Menurut Asisten Laboratorium Proses Manufaktur dari Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin Unibraw, Syahrizal, bilik SICO dilengkapi satu spray yang  mengeluarkan cairan antiseptik dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Sehingga diperlukan standard operational procedure (SOP) dalam menggunakannya, mengingat antiseptik yang digunakan mengandung alkohol dan mudah terbakar.

 

Pewarta: Budi

Editor: Ari

Redaksi

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *