Kiat Pasangan Desta dan Natasha Pertahankan Cinta Mereka

 Kiat Pasangan Desta dan Natasha Pertahankan Cinta Mereka

Ist

Telescopemagz.com – Pasangan artis Desta Mahendra dan Natasha Rizky punya resep sederhana untuk bisa mempertahankan cinta mereka. Keduanya yang telah membangun mahligai rumah tangga ini, memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk menunjukkan cinta mereka.

Keduanya ingin menunjukkan bahwa saling mencintai atas dasar keyakinan dan percaya diri masing-masing mampu mempertahankan pernikahan mereka. Terlebih pasangan muda usia ini erat dengan kehidupan artis  yang sarat dengan godaan.  Hubungan mereka pun pantas diperjuangkan, dan prinsip ini ternyata menjadi dasar kekuatan cinta pasangan mereka hingga kini.

Natasha saat berbicara di acara  peluncuran kampanye #SpeakUpForLove mengungkapkan, “Di masa pacaran, aku dan Desta banyak menerima tentangan dari keluarga dan orang-orang sekitar, terutama karena perbedaan usia kami yang terpaut 16 tahun,” saat berbicara di acara kampanye salah satu produk kesehatan gigi,  Kamis (5/3/2020), di Jakarta,

Meskipun menemukan tentangan saat menjalin hubungan cinta dengan Desta, dia tetap yakin mampu menjalankan apa yang menjadi keinginannya.

“Aku percaya bahwa cinta memang harus diperjuangkan karena aku dan Desta sangat yakin bahwa kami memiliki visi dan prinsip hidup yang sejalan,” ceritanya.

Secara perlahan tapi pasti mereka terua membina hubungan dan terus berusaha meyakinkan orangtua, keluarga, dan orang-orang sekitarnya.  “Perlahan-lahan kami juga mampu meyakinkan orang-orang, bahwa persepsi mereka tentang hubungan beda usia tidak selamanya benar. Akhirnya sampai sekarang kami bisa menikmati kebahagiaan dari perjuangan kami dulu,” ujarnya.

Apa yang diungkapkan Natasya itu diamini Pingkan Rumondor, M.Psi, psikolog klinis dan peneliti relasi interpersonal. Menurutnya,  saat ini ada banyak pasangan yang memiliki perilaku ‘sliding’ daripada ‘deciding’ di antara pasangan-pasangan muda.

Mereka cenderung patuh ke batas-batas cinta konvensional yang ditentukan oleh masyarakat, tanpa aktif mengeksplorasi dan secara sadar memutuskan pilihannya sendiri, tanpa keberanian untuk menyuarakan keinginan, kebahagiaan mereka pun akhirnya menjadi terbatas.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria dan wanita akan lebih mampu merasakan hubungan yang rewarding saat mereka berani memutuskan, dan mengungkapkan hal-hal yang dianggap penting dalam hubungan, dibandingkan hanya mengikuti arus,” katanya.

Kata Pingkan lebih lanjut, “Salah satu tahapan yang paling penting adalah memahami apa yang ingin kita rasakan dan dapatkan dari sebuah hubungan sehingga kita dapat lebih percaya diri menyuarakan isi hati kepada pasangan, dan akhirnya mencintai orang yang sesuai dengan nilai-nilai kita.”

Mengutip data Badan Pusat Statistik 2010,  89,3% pasangan di Indonesia menikah antara suku atau kekerabatan yang sama (endogami). Di balik fakta itu,  banyak dari pasangan ini mengalami masalah yang disebabkan oleh alasan fundamental, antara lain pandangan hidup yang tidak sejalan atau argumen yang berkelanjutan. Artinya, persamaan latar belakang tidak menjamin persamaan pandangan hidup.

Nah, menanggapi fakta ini, Head of Marketing Oral Care PT Unilever Indonesia, Tbk, Fiona Anjani Foebe mengungkapkan, “Closeup percaya bahwa kebebasan untuk memilih pasangan yang sejalan dengan pandangan hidup tanpa terbelenggu pada batas-batas konvensional, seperti persamaan suku, latar belakang sosial, atau selisih usia yang dipandang ideal adalah hak setiap manusia.”

“Mereka dapat mengungkapkan cinta dengan percaya diri, serta bebas dari keraguan akan penilaian dari orang lain. Oleh karena itu,  kami  berkomitmen untuk menghilangkan stereotip dari makna kedekatan, dan secara nyata mendukung anak muda dalam merealisasikan kedekatan dengan orang yang sejalan dengan pandangan hidupnya,” ujar Fiona.

Menurutnya, untuk menggali lebih jauh mengenai kebebasan untuk mencintai, tim global produk ini  melaksanakan survei terhadap 514 anak muda di Indonesia. Survei itu memperlihatkan bahwa hanya 1 dari 2 anak muda yang percaya, bahwa mereka bebas menentukan pilihan untuk bersama dengan orang yang mereka cintai, tanpa memandang latar belakangnya.

Namun 79% dari mereka mengaku telah mengikuti keinginan hati dan sedang atau pernah memilih untuk berada di hubungan yang tidak konvensional, seperti  hubungan berbeda suku dan kelas sosial, atau usia yang terpaut jauh.Dari survei ini juga menggambarkan pasangan yang menjalani hubungan tidak konvensional menghadapi tekanan yang sangat kuat.

“Survei ini juga menunjukkan bahwa pasangan-pasangan yang menjalani hubungan tidak konvensional ini menghadapi tekanan yang sangat kuat, sehingga akhirnya kehilangan suara mereka.”

Hasil survey sekitar 43% dari mereka akan merahasiakan hubungan mereka karena tidak direstui orangtua, sekitar 31% merasa bersalah terhadap keluarga mereka, dan sekitar 58% merasa didiskriminasi, dihakimi, atau dipermalukan, dan 44% bahkan terpaksa mengakhiri hubungan karena tidak direstui orangtua maupun masyarakat.

Survey juga menunjukkan bahwa  pasangan muda, khususnya mereka yang sedang menjalani hubungan tidak konvensional, membutuhkan dukungan untuk membantu menghadapi gejolak emosional yang mereka hadapi.

Sebagai salah satu wujud dari kampanye #SpeakUpForLove, Closeup akan melakukan rangkaian workshop yang bertujuan mendukung pasangan muda di Indonesia lebih percaya diri untuk menyuarakan isi hati mereka.

Pewarta : Budi

Editor : Ari

Redaksi

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *