Indika Energy Cetak Laba Inti 75,5 Juta US Dolar di Tahun 2019

 Indika Energy Cetak Laba Inti 75,5 Juta US Dolar di Tahun 2019

Foto : Katadata

Telescopemagz.com – Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi yang diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019. Perseroan membukukan Laba Inti sebesar 75,5 juta US Dolar di tahun 2019. Kinerja positif terjadi pada beberapa anak perusahaan termasuk Petrosea, Tripatra, dan Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS).

Menghadapi kondisi industri yang dinamis, perseroan fokus mengoptimalkan sinergi antar anak perusahaan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, mengembangkan portofolio melalui diversifikasi usaha, serta memperkuat nilai-nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ ESG).

Menurut Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid, dalam jangka panjang energi akan terus menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Indika Energy berharap dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan nasional melalui kompetensi yang kami miliki,” pungkas Arsjad, di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Saat ini dunia memasuki periode sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan penyebaran Covid-19. Perekonomian global diperkirakan akan menurun di tahun 2020, yang juga tentu akan berpengaruh pada industri energi.

“Sejak tahun 2018 lalu, kami telah memulai upaya diversifikasi ke bisnis non-batubara dan mengambil langkah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional perusahaan, salah satunya dengan implementasi transformasi digital yang telah berhasil dilakukan Petrosea,” tutur Arsjad.

Pada tahun 2019, Indika Energy membukukan Pendapatan sebesar 2.782,7 juta US Dolar, atau 6,1% lebih rendah dari 2.962,9 juta US Dolar yang dilaporkan pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini antara lain dikontribusikan oleh beberapa anak perusahaan yang kinerjanya meningkat, antara lain Tripatra berhasil membukukan kenaikan Pendapatan sebesar 66,1% menjadi 462,3 juta US Dolar, dibandingkan dengan 278,3 juta US Dolar pada tahun 2018.

Selain itu, pendapatan Petrosea juga meningkat sebesar 7,9% menjadi 476,4 juta US Dolar dibandingkan 441,4 juta US Dolar pada tahun sebelumnya. Pendapatan MBSS juga meningkat 3,1% menjadi 77,8 juta US Dolar dari 75,4 juta US Dolar pada tahun 2018.

Laba kotor Perseroan turun 33,5% dari 641,2 juta US Dolar pada tahun 2018 menjadi 426,7 juta US Dolar pada tahun 2019, yang disebabkan karena turunnya harga jual rata-rata Kideco dari 52,9 US Dolar pada tahun 2018 menjadi 45,1 US Dolar pada tahun 2019. Perseroan mencatat rugi yang didistribusikan kepada pemilik entitas [nduk sebesar 18,2 juta US Dolar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar 80,1 juta US Dolar pada tahun 2018. Meski demikian, perseroan tetap membukukan laba inti sebesar 75,5 juta US Dolar di tahun 2019.

Sementara itu, posisi kas, setara kas dan aset keuangan lain perseroan mencapai 703,0 juta US Dolar pada akhir tahun 2019. Realisasi belanja modal pada 2019 sebesar 156,9 juta US Dolar, yang terutama digunakan untuk Petrosea sebesar 58,3 juta US Dolar dan pembangunan fuel storage di Kariangau, Kalimantan Timur sebesar 81,0 juta US Dolar.

Sepanjang tahun 2019, Perseroan terus meningkatkan fokus terhadap aspek ESG di dalam seluruh kegiatan operasional. Indika Energy berkomitmen untuk senantiasa melakukan praktik-pratik penambangan yang baik dan secara bertahap melakukan diversifikasi ke bisnis non-batubara.

 

Pewarta : Edi

Editor : Ari

Ibnu Hajar

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *