Corona yang Satu Ini Dijamin Bikin Wisatawan Ketagihan Menyelam

 Corona yang Satu Ini Dijamin Bikin Wisatawan Ketagihan Menyelam

Telescopemagz.com –  Kata corona saat ini mungkin jadi momok menakutkan sebagian masyarakat, juga dunia.  Covid-19 yang sampai saat ini belum ada vaksinnya, sudah menjadi pandemik dunia. Namun kata corona bagi penggemar olahraga menyelam (diving) sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Lampung.

Ya, di Lampung terdapat wisata yang sangat menarik bagi pelancong, tak hanya lokal namun wisatawan asing. Namanya Corona Diving Club, dan sudah dikenal dengan sangat baik bagi penggemar diving.

Menurut Ketua Corona Diving Club Lampung, Donny Irawan, diving adalah kegiatan menyelam untuk melihat keindahan dunia bawah laut dengan memakai alat pernapasan khusus seperti tabung oksigen.

“Penyelam perlu tahu tentang aturan yang mesti dipahami, karena menyelam jadi salah satu olahraga yang berbahaya, jika tidak paham tentang aturan-aturan yang ada. Tapi kalau sudah tahu dan paham, pasti akan ketagihan untuk menyelam. Apalagi menyelam di keindahan laut Lampung yang sangat luar biasa ini,” jelas Donny di Pulau Tanjung Putus, Lampung, Minggu (15/3/2020).

Olaharaga bawah air ini disebut Donny sudah dikenal di Indonesia pada era 1970-an. Kala itu menyelam sebagai aktivitas olahraga maupun rekreasi mulai banyak digemari masyarakat. Tak heran, seiiring makin banyak peminat, komunitas penyelam pun makin tumbuh di Indonesia.

“Corona adalah satu perkumpulan selam yang cukup lama kehadirannya di Indonesia. Usia perkumpulan ini lebih dari 35 tahun sejak pendiriannya pada 5 April 1977. Corona Diving Club sudah memiliki cabang di Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Belitung, Medan, Kendari, dan Lampung,” beber Donny.

Para anggota Corona Diving Club Lampung, sambung Donny, berasal dari berbagai latar belakang. “Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, anggota kepolisian, tentara, pensiunan, dan sebagainya, mulai dari yang berusia 20-an tahun hingga usia 70-an tahun,” ungkapnya.

Berdirinya Corona Diving Club disebut Donny, karena kecintaannya pada dunia kehidupan di bawah air. “Kami menyukai diving karena aktivitas ini sangat menarik. Selain bisa melihat keindahan bawah laut, kami juga mempelajari hal-hal baru dan mengunjungi tempat-tempat baru. Ini bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan lingkungan,” papar Donny.

Para penyelam sering berkumpul di Pulau Tanjung Putus yang merupakan basecamp Corona Diving Club Lampung. Pulau ini disebut Tanjung Putus karena pulau ini dahulunya menyatu dengan daratan. Akan tetapi karena erosi maka ujung daratan terputus, membentuk pulau yang hanya dipisahkan beberapa meter saja.

“Selat kecil yang memisahkan pulau banyak digunakan untuk budidaya ikan laut dalam keramba, karena  arus dan ombak yang tenang,” sebut Donny

Lebih lanjut Ketua Umum Persaudaraan Shoriji Kempo Indonesia Wilayah Lampung dan Ketua SMSI Lampung dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung ini juga menyebutkan, “Di depan dermaga Pulau Tanjung Putus kita dapat menyaksikan atraksi ikan beraneka ragam yang akan berkumpul bila ditaburkan makanan roti kering.”

Wisatawan untuk mencapai Pulau Tanjung Putus dapat menempuh perjalanan laut sekitar 60 menit dari Pelabuhan Ketapang. Bila perjalanan dari Pulau Pahawang pada saat cuaca cerah dan gelombang laut kecil hanya membutuhkan waktu 10 menit.

Bila ingin bermalam di Pulau Tanjung Putus,  tersedia  resort dengan kapasitas 60 orang yang dapat disewa dan juga tersedia penyewaan peralatan selam.

 

Pewarta: Budi

Editor: Ari

Redaksi

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *