Bakmi Cide (Non Halal) : Kekenyalan Mienya dan Gurih Topingnya Menggoda Lidah
Tangerang, Telescopemagz.com, Bagi penggemar Bakmi, rasanya belum lengkap jika tidak ke Bakmi Cide, maaf ini makanan non halal. Tangerang di kenal tempatnya wisata kuliner peranakan tionghoa beteng, pasalnya di daerah ini ada namanya kampung benteng, dimana para peranakan tionghoa berjuang pada masa penjajahan Portugis maupun penjajahan Belanda. Kebudayaan mereka pun berkembang di wilayah ini termasuk budaya kulinernya. Pada tahun 1740 terjadi geger Pecinan dan banyak imigranTionghoa melarikan diri ke Tangerang.Mereka mendirikan komunitas baru di Tangerang dan berbaur dengan masyarakat lokal. Cina Bentang memiliki identitas budaya unik yan merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Indonesia. Selain di bidang kuliner mereka juga mengenalkan dan mempopulerkan Gambang Kromong dan Tari Cokek. Cina Benteng merupakan komunitas Tionghoa peranakan terbesar di Indonesia dan beberapa genereasi tinggal di Tangerang yang kini telah menjadi tiga kota / Kabupaten.Benteng sendiri menurut sejarahnya merupaka nama kota lama Kota Tangerang.


Sebenarnya banyak sekali usaha Bakmi di Tangerang, dengan berbaurnya dengan perilaku budaya lokal ada yang menjual bakmi dengan konten atau ingredien yang halal atau non halal. Ini terjadi karena akulturasi budaya dan menjadi penganut agama budha, kristen protestan, kristen khatolik dan muslim. Kali ini kami akan kupas pengalaman kuliner ibu Fentri dan suaminya bapak Tutut yang dikenal sebagai pengagum kuliner tangerang, salah satunya Bakmi Cide. Lokasinya terletak di jalan Dadang Suprapto Gerendeng Ilir No. 4, Kecamatan Karawaci, Pasar Baru Tangerang, Banten 15113 . Buka setiap hari kecuali hari Senin, jam 08.30-19.30. Menunya beraneka ragam. ( bisa di lihat di instagram : @bakmicide). Mulai berjualan dua tahun yang lalu tepatnya di bulan Mei 2023. Ciri khas menu bakmi disini adalah Bakmi keriting dengan kekenyalan yang pas, toppingnya bisa pilih ayam atau B2, kali ini mencoba dengan topping b2 yang berisi babi cincang, ca siu dan garingan babi. Yang unik dari bakmi ini dari kuahnya, kuah kaldu yang gurih diberi isian kulit babi, rasanya memang maknyus.
(Teks : Eka C Herlambang ; Foto : Tutut)