‘Gerakan Pangan Murah’ Polsek Sukaraja Jual Beras SPHP 5 kg Seharga Rp60.000

 ‘Gerakan Pangan Murah’ Polsek Sukaraja Jual Beras SPHP 5 kg Seharga Rp60.000

Bogor, Telescopemagz.com l – Ditengah keresahan masyarakat akan beras oplosan jenis beras kemasan 5 kg premium, Polsek Sukaraja membuat gebrakan dengan membantu penyaluran beras subsidi kepada masyarakat dalam rangka menjaga kestabilan harga pangan.

Pelaksanaan program ‘Gerakan Pangan Murah’ ini dilakukan serentak di 13 desa di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah mendapat tanggungjawab dalam pelaksanaan program penyaluran ini.

Bripka Akbar Boby Afandi, SH, Bhabinkamtibmas Cilebut Barat, saat ditemui tim redaksi Telescopemagz.com mengungkapkan bahwa, program ini merupakan program serentak yang dilaksanakan di 13 desa diseluruh kecamatan Sukaraja.

“Khusus di Kelurahan Cilebut Barat kami membuat posko di halaman kantor Kelurahan Cilebut Barat. Kami belum bisa memastikan berapa lama program ini akan dilaksanakan, karena sangat tergantung dengan ketersediaan stok beras di gudang Bulog,” tukasnya.

Dalam sehari Bripka Boby hanya bisa membawa lebih kurang 60 sampai 100 kantong beras SPHP ukuran 5 kg sesuai daya tampung dan kemampuan bobot kendaraan box Grandmax yang digunakan sebagai mobil pengangkut.

“Biasanya kalo pagi begini masih sepi pembeli, menjelang sore atau pas jam pulang kantor biasanya baru ramai masyarakat yang datang membeli,” ujar Bripka Boby.

Boby menambahkan, program ini dilaksanakan dalam rangka membantu pemerintah dalam menstabilkan harga pangan terutama beras yang belakangan ini sempat mengalami lonjakan harga jual.

Beras kemasan premium juga banyak yang terindikasi oplosan, bahkan baru-baru ini terungkap pengoplosan beras SPHP 5 kg yang disalurkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

‘Gerakan Pangan Murah’ menawarkan beras SPHP Bulog ukuran kemasan 5 kg dengan banderol Rp60.000, sedikit lebih murah dibawah harga pasaran yang ditawarkan pada umumnya.

Bripka Boby yang sehari-harinya bertugas selaku Bhabinkamtibmas Cilebut Barat berharap masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau dan terhindar dari beras oplosan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Program ‘Gerakan Pangan Murah’ ini direncanakan akan berlangsung hingga 4 bulan kedepan tergantung dari ketersediaan stok beras di Bulog.

Perlu diketahui, beras SPHP Bulog merujuk pada program penyaluran beras yang dilakukan oleh Perum BULOG (Badan Urusan Logistik) dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat konsumen.

Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

Dalam program SPHP Beras, BULOG menyalurkan beras kepada konsumen melalui beberapa saluran, seperti:

  • Satgas: Penyaluran langsung kepada masyarakat melalui satuan tugas yang dibentuk oleh pemerintah.
  • Pengecer: Penyaluran melalui pengecer atau toko-toko retail yang bekerja sama dengan BULOG.
  • Ritel Modern: Penyaluran melalui ritel modern seperti supermarket dan hypermarket.
  • Distributor/Mitra Perusahaan: Penyaluran melalui distributor atau mitra perusahaan yang bekerja sama dengan BULOG.
  • Operasi Pasar: Penyaluran melalui operasi pasar yang dilakukan oleh BULOG bersama dengan pemerintah daerah.

Program SPHP Beras ini dilakukan berdasarkan perkembangan rata-rata harga beras nasional dan laporan perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pangan.

“Jika didapati beras yang dibelinya tidak sesuai dengan standar Bulog dan tidak layak untuk dikonsumsi atau bahkan ditemukan kembali beras oplosan maka masyarakat bisa melakukan komplain ke kami atau ke kantor Polsek terdekat untuk melakukan penukaran kantong sak beras 5 kg dengan yang baru atau dapat meminta uang kembali. Selama sesuai dengan kelayakan dan ketentuan yang berlaku,” tutup Boby mengingatkan. (*)

***[swb]

Sonny Wibisono

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *