Didukung Kemenkes, Program Hibah Komunitas #MelihatMasaDepan Berikan Dampak Nyata

 Didukung Kemenkes, Program Hibah Komunitas #MelihatMasaDepan Berikan Dampak Nyata

Telescopemagz.com l JAKARTA, 21 Mei 2026 – Diperkirakan ada sekitar 37 juta warga Indonesia yang hidup dengan gangguan penglihatan. Ironisnya, survei dalam inisiatif #MelihatMasaDepan menemukan bahwa 45,8% responden belum pernah menjalani pemeriksaan mata profesional, padahal 94,8% mengakui kesehatan mata adalah prioritas utama mereka.

Celah antara kebutuhan dan akses inilah yang dijawab oleh program #MelihatMasaDepan, sebuah gerakan berbasis komunitas yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI, Ishk Tolaram Foundation, Campaign for Good, Universitas Negeri Malang, dan PKBI Lampung.

Program ini menghadirkan model pendanaan yang unik dan inovatif, di mana kepercayaan serta partisipasi publik menjadi kompas utama penyaluran bantuan.

Tujuh organisasi kesehatan mata dari berbagai daerah diseleksi secara ketat berdasarkan rekam jejak dan kemampuan menjangkau masyarakat. Kemudian, masyarakat luas dilibatkan untuk mendukung organisasi pilihan mereka melalui platform Campaign for Good, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

Caranya sangat sederhana: cukup dengan menonton materi edukasi kesehatan mata dan mengisi survei singkat, setiap partisipasi yang terverifikasi akan membuka akses dana sebesar Rp50.000,- yang langsung disalurkan ke organisasi tersebut.

Partisipasi ini menjadi kunci penentu besaran hibah yang diterima masing-masing lembaga. Hasilnya sangat mengagumkan. Sebanyak 1.720 orang telah berpartisipasi, menghasilkan total dana hibah sebesar Rp71.500.000,-.

Dari tujuh organisasi yang terlibat, tiga di antaranya berhasil melampaui target dukungan masyarakat: Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarga (LAYAK) mencapai 142% target, sementara Yayasan Tanpa Batas dan Yayasan Para Mitra Indonesia masing-masing mencapai 127%.

Prestasi ini membuat ketiga organisasi tersebut berhak mendapatkan tambahan hibah sebesar Rp95.000.000,- untuk masing-masing lembaga guna memperluas jangkauan pelayanan.

Kisah nyata keberhasilan program ini terlihat dari sosok seorang anak perempuan berusia 9 tahun di Nusa Tenggara Timur. Bertahun-tahun ia dianggap tidak serius belajar atau dianggap lamban menyerap pelajaran, padahal masalah utamanya sederhana: ia tidak bisa melihat tulisan di papan tulis.

Berkat intervensi program serupa, ia kini memiliki kacamata pertamanya dan bisa belajar dengan layak.

“Masalah kesehatan mata sering kali tersembunyi, namun dampaknya sangat besar bagi pendidikan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Program #MelihatMasaDepan membuktikan bahwa ketika publik dilibatkan, sumber daya bisa mengalir tepat ke tempat yang paling membutuhkan. Ini adalah model kolaborasi antara pemerintah, mitra strategis, dan masyarakat sipil yang bisa menjembatani kesenjangan akses kesehatan,” ujar perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kami percaya bahwa setiap orang berhak melihat masa depannya dengan jelas. Lewat model ini, kami tidak hanya memberikan dana, tetapi juga membangun kesadaran dan kepercayaan bahwa aksi kecil dari banyak orang bisa menciptakan dampak besar. Apresiasi kami untuk seluruh masyarakat yang telah ambil bagian dan bagi organisasi yang bekerja keras di garis depan,” tambah perwakilan Campaign for Good.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendanaan kesehatan tidak harus selalu menunggu anggaran resmi, namun bisa digerakkan dari bawah dengan melibatkan kepedulian publik. Ke depannya, model ini diharapkan bisa diterapkan di bidang kesehatan lain demi Indonesia yang lebih sehat. (*) [swb]

Sonny Wibisono

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *