Diam di Rumah Saja Jangan Sampai Stres, Kelola Stres dan Lakukan Aktivitas

 Diam di Rumah Saja Jangan Sampai Stres, Kelola Stres dan Lakukan Aktivitas

Foto : Ist

Telescopemagz.com – Derasnya informasi secara terus menerus tentang pandemi Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia, mempengaruhi emosional seseorang. Akibatnya timbul kelelahan fisik dan mental serta memudahkan datangnya stres.

Menurut Chief Health and Nutrition Officer, Herbalife Nutrition, Gary Small, kesehatan mental harus menjadi prioritas utama dalam situasi yang saat ini serba terbatas.

“Di situasi seperti penting untuk bisa juga mengelola stres dan mengetahui bagaimana melakukan hal yang penting. Saat ini stres kronis dapat mengancam dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan untuk melawan infeksi. Stres juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental,” katanya kepada media, Jumat (17/4/2020), di Jakarta.

Keberadaan keluarga, teman, atau komunitas sangatlah penting, untuk bisa membantu mengatasi stres dan mengelola kesehatan mental.

“Meskipun kita sekarang berada di era digital di mana teknologi memungkinkan kita untuk tetap menjalin hubungan, kita masih menginginkan interaksi antar manusia, yang melibatkan sentuhan secara fisik dan pertemuan lain untuk menjaga kesehatan mental kita,” kata Gary.

Selama situasi pandemi karena virus Covid-19, banyak orang merasa lebih stres dan khawatir karena masalah kesehatan. Terisolasi di rumah dan mencoba memahami dan menanggapi berbagai informasi yang datang. Meskipun penting untuk tetap mengetahui berita terkini, tetap mengikuti laporan baru sepanjang hari.

Namun, banyak dari kita yang mengalami kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan pikiran lainnya, akibat banyaknya berita yang tersiar.

Berikut Gary memberikan beberapa tips yang dapat membantu Anda mengelola tingkat stres selama masa isolasi bekerja di rumah. Meski, setiap orang akan mengalami tingkat stres secara berbeda, sehingga penting untuk diingat bahwa masing-masing orang perlu mengetahui tingkat stres masing-masing: .

1. Identifikasi gejala stres

Nyeri gigi, berat badan naik, sakit kepala, perubahan suasana hati, sakit punggung dan leher,  dan kurang tidur malam. Tidur adalah sinyal bahwa Anda mengalami stres. Mengidentifikasi gejala ini akan membantu Anda mengetahui kapan saatnya mempraktikkan beberapa strategi, untuk menurunkan stres Anda.

2. Mencari pemicunya

Jika Anda bekerja dari rumah atau menonton berita dan Anda merasa cemas, jengkel, atau mengalami sakit kepala atau leher, maka segera berdiri dan berhenti sejenak. Berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau pergi ke tempat yang tenang untuk bersantai, dapat membantu mengatur ulang kondisi mental dan kembali bekerja.

3. Mengatur jadwal

Menjadwalkan ulang kegiatan sehari-hari dengan beristirahat yang cukup dari pekerjaan, menonton atau membaca berita, dan bersosial media. Terhubung dalam 24 jam sehari dapat menyebabkan ketegangan mental dan kecemasan. Luangkan waktu untuk bersantai dari kegiatan yang membosankan setiap harinya, dengan mengobrol atau bersosialisasi bersama sahabat atau orang terdekat, juga dapat membantu meningkatkan suasana hati Anda.

4. Kreatif melakukan kegiatan

Menghabiskan waktu untuk mencari kegiatan yang baru atau melakukan hobi Anda. Mengubah fokus Anda pada kegiatan yang baru, dapat membantu Anda rileks dan merasa bersemangat, seperti mempertimbangkan mencoba resep baru, berjalan, membersihkan rumah, atau berpartisipasi dalam pelatihan online untuk mengurangi stres dan membantu Anda merasa lebih segar.

5. Pernafasan untuk relaksasi

Pernafasan alami melibatkan diafragma. Ketika kita bernafas menggunakan diafragma, lingkar perut kita akan memanjang saat kita menarik nafas dan mendatar, saat kita menghembuskan nafas. Setelah beberapa saat, kita lupa bernafas dengan benar dan cenderung menggunakan dada dan bahu kita, yang dapat menyebabkan nafas pendek dan meningkatkan stres dan kecemasan.

Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai melatih pernafasan Anda. Mulai dengan mencari tempat yang tenang untuk berbaring. Letakkan satu tangan di dada dan tangan lainnya di perut Anda. Saat Anda siap, tarik nafas perlahan. Anda harus merasakan perut Anda membesar, dan saat Anda mengeluarkan nafas, dada Anda akan turun. Berlatih pernafasan relaksasi selama 20 hingga 30 menit setiap hari, untuk mengurangi tingkat kecemasan Anda dan meningkatkan kondisi ketenangan.

6. Menggerakkan tubuh

Tetap aktif. Temukan kegiatan hiburan yang Anda sukai. Berolahraga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, serta merupakan cara yang bagus untuk memerangi stres. Saat berolahraga, Anda menghasilkan endorfin, bahan kimia di otak yang membantu mengurangi persepsi rasa sakit, dan meningkatkan suasana hati. Olahraga teratur juga membantu meningkatkan kualitas tidur, yang pada gilirannya mengurangi stres dan kelelahan.

Jika Anda memiliki alat kebugaran, lakukan 10.000 langkah setiap hari. Menetapkan tujuan akan membantu Anda tetap termotivasi dan memberi Anda rasa pencapaian.

7. Tetap terhubung

Tetap terhubung dengan keluarga dan teman dekat Anda itu sangat penting. Anda mungkin terisolasi secara fisik, tetapi itu tidak berarti Anda harus kehilangan koneksi ke orang lain. Cobalah untuk berhubungan setiap hari dengan orang-orang yang penting bagi Anda dengan menggunakan media sosial, konferensi video atau panggilan telepon

8. Jaga rutinitas

Di tengah-tengah perubahan yang tidak terkontrol, tetap konsisten dengan kegiatan yang Anda lakukan. Jika Anda bekerja dari rumah, buatlah rutinitas harian. Bertindak seolah-olah Anda akan bekerja. Bangunlah pada waktu yang biasanya Anda lakukan, tidak perlu mengenakan pakaian kerja. Buat meja kerja yang terhindar dari gangguan, agar tetap fokus dan jangan lupa tetap beristirahat sejenak selama bekerja di rumah.

 

Pewarta: Budi

Editor: Ari

Ibnu Hajar

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *