Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional 2025 Balai POM Bogor di kota Depok
Depok, Telescopemagz | Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan) di Bogor, bekerjasama dengan OPD Pemkot Depok lintas sektor, telah mengadakan giat Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Nasional 2025, bertempat di Aula Edelweiss Gedung Balaikota Depok Jl Margonda raya pada Selasa (18/11/2025). Giat Monitoring dan Evaluasi ini mengusung tema “Desa /kelurahan pangan Aman, Pasar Pangan Aman berbasis Komunitas, serta Sekolah dengan pangan jajanan Anak usia Sekolah Aman”.
Acara dipandu oleh moderator atau host ibu Eva dari BPOM di Bogor. Bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Balai POM di Bogor Jeffeta Pradeko Putra SFarm Msi, Kepala Dinas pendidikan Depok Siti Chaerijah Aurijah, Lurah Sukatani David Eko Purnomo, serta perwakilan Dinas Kesehatan Depok dr. Juri Hendrajadi MPH.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, kita dapat menggali informasi yang bermanfaat, memperkuat kolaborasi antar pihak, dan menyusun strategi yang lebih efektif untuk mencapai tujuan program PJAS. Mari kita jadikan momen ini sebagai wadah untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan membangun komitmen bersama demi peningkatan kualitas layanan yang kita berikan kepada masyarakat.” ungkap Kepala Balai POM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra.
Dalam rangka peningkatan keamanan pangan, BPOM memberikan Bimbingan Teknis kepada kepala sekolah/guru dan orang tua siswa agar memiliki pemahaman yang sama dalam membangun budaya pangan aman. Pemberdayaan kepala sekolah/guru dan orang tua siswa sebagai Kader Keamanan Pangan Sekolah diharapkan dapat meningkatkan kemandirian sekolah dalam penjaminan keamanan pangan di sekolah, sesuai dengan perannya masing-masing. Sehubungan hal tersebut, untuk memantau kiprah Kader Keamanan Pangan Sekolah tersebut perlu dilakukan Monitoring dan Evaluasi Pemberdayaan Kader Keamanan Pangan Sekolah.

Pada kegiatan ini, kader dari masing-masing sekolah memaparkan kegiatan yang sudah dilakukan serta hasil evaluasi. Adapun keseluruhan kegiatannya adalah efektif berdasarkan penilaian mandiri diatas 70, hasil post test kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh kader terjadi peningkatan, terealiasi pembinaan berkelanjutan kepada Pedagang Kreatif Lapangan seta komitmen dan rencana aksi tahun 2024-2025.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program Keamanan Pangan Terpadu di kota Depok tahun 2025 mencakup 3 intervensi utama, yaitu Sekolah dengan pembudayaan keamanan pangan, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Adapun lokasi pelaksanaan intervensi meliputi:
1. Sekolah Pembudayaan Keamanan Pangan: SD Negeri RRI Cisalak, SMP Negeri 11 Sukatani, SDIT Miftahul Ulum, Cinere, dan SMA Yapan Indonesia, Sawangan
Adapun tujuan intervensi dalam rangka pembudayaan keamanan pangan di Sekolah yaitu untuk memastikan anak usia sekolah khususnya, dan komunitas sekolah umumnya, memiliki pengetahuan dan perilaku keamanan pangan yang baik sehingga dapat melindungi dirinya dari pangan yang tidak aman yang membahayakan kesehatan.
2. Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas: Pasar Sukatani
Adapun definisi Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas
Adalah pasar yang didalamnya terdapat komitmen dan dukungan penuh dari komunitas pasar dan stakeholder terkait untuk mengendalikan peredaran bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan.
3. Kelurahan Pangan Aman: kel Sukatani kec Tapos Depok
Program Desa Pangan Aman adalah program yang melibatkan desa/kelurahan agar memiliki kemandirian dalam menyiapkan sumber daya, kemampuan, dan kemauan dalam mewujudkan keamanan pangan yang meliputi produksi, peredaran, serta konsumsi pangan aman di wilayahnya secara berkelanjutan.
Adapun tujuan program Desa Pangan Aman adalah:
- Meningkatkan kemandirian masyarakat desa/kelurahan di bidang keamanan pangan
- Mendorong kemandirian masyarakat desa/kelurahan melakukan pengawasan keamanan pangan
- Menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan
- Memperkuat ekonomi desa/kelurahan melalui program Keamanan Pangan Desa/kelurahan

Melalui kegiatan Monev di kota Depok ini, BPOM di Bogor menilai kemajuan pelaksanaan, dampak intervensi, serta pencapaian target program di masing-masing lokasi. Selain itu, kegiatan ini turut mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan untuk menjamin keberlanjutan program pada tahun-tahun berikutnya.
BPOM di Bogor berharap hasil Monev di Depok ini dapat menjadi dasar perbaikan program sehingga upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Dalam sesi penutupan acara, Kepala BPOM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra berharap, “Mari dengan peran-serta bersama, kita wujudkan masyarakat kota Depok yang semakin sadar, peduli, dan berdaya dalam mewujudkan keamanan pangan”, pungkasnya. (Irfan)