Raja Ampat – Papua Papua Barat, Eksploitasi Tanpa Akal Nyaris Merusaknya
Papua Barat, Telescopemagz.com – Raja Ampat terkenal dengan wisata bahari dan wisata alamnya. Raja Ampat, Papua Barat Daya memang banyak mengandalkan wisata bahari sebagai komoditas pariwisata utamanya. Betapapun membutuhkan sedikit perjuangan untuk menuju ke Raja Ampat, namun itu tidak menghalangi semua wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mendatangi lokasi ini.
Popularitas Raja Ampat barangkali sudah bisa menyamai Bali, khususnya bagi mereka yang mencari lokasi wisata yang terpencil dan eksotis. Bahkan para wisatawan menyebutnya sebagai surga dunia yang tersembunyi.

Bahkan tahun 2023 dari pihak United Nations Educational Scientific and Cultural Organitation (UNESCO) dijuluki Global Geopark atas kekayaan alam yang ada di dalamnya. Terdapat 75% Spesies laut ada di sini, tak hanya itu keindahan bawah lautnya menjadi tujuan wisata populer bagi para pennyelam dan pecinta alam seluruh dunia. Selain itu Kepulauan Raja Ampat juga terletak di jantung pusat segitiga karang dunia ( Coral Triangle) yang membuatnya memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang. Tak hanya itu Raja Ampat juga memiliki keanekaragaman terumbu karang, hampara padang lamun, hutan mangrove dan pantai tebing batu yang indah.
Baru – baru ini ancaman Aktivitas tambang Nikel di sekitar Raja Ampat menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan dan keindahan alam di sekitarnya. Akhirnya #saverajaampat , bermunculan di platform media sosial.Tambang nikel PT GAG Nikel di plau Gag Distrik Waigeo Barat, Papua Barat Daya. Perusahaan ini di sinyalir memiliki are konsesi seluas 13.138 hektare dan berada di kawasan mega keanekaragaman hayati di Raja Ampat yang memiliki ratusan jenis flora dan fauna yang unik dan terancam punah.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2024 jumlah penduduk kabupaten Raja Ampat mencapai 72.860 jiwa . Kabupaten Raja Ampat ini terdiri dari24 Kecamatan , 4 kelurahan (Abidon, Meosbekwan,Reni dan Rutum) kelurahan tersebut berada di distrik Ayau. Dan juga 117 Kampung. Dan memiliki luas 6.084,5 km persegi ingin tetap mempertahankan popularitasnya sebagai kawasan bahari terbaik di Indonesia, dengan melaksanakan festival bahari secara rutin.
Dalam kesempatan ini, mereka menampilkan seluruh kekayaan alam, seni dan budaya yang mereka miliki. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat pulau diantaranya merupakan pulau-pulau besar, yaitu Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dari seluruh pulau, hanya 35 pulau yang berpenghuni. Pulau lainnya tidak berpenghuni dan bahkan sebagian besar diantaranya belum memiliki nama. Konon dari 610 pulau yang ada di perairan Raja Ampat ini, baru 400 pulau yang berhasil dieksplorasi. Selebihnya, masih sangat perawan. Bisakah Anda bayangkan betapa alami dan indahnya Raja Ampat ini? #saverajaampat Eka)