Lewat Surat untuk Presiden Jokowi, Siti Fadilah Supari Sampaikan Usulan Penanganan Covid-19

 Lewat Surat untuk Presiden Jokowi, Siti Fadilah Supari Sampaikan Usulan Penanganan Covid-19

Telescopemagz.com – Beredar surat yang ditujukan untuk Presiden Jokowi. Surat yang ditulis dari balik sel Pondok Bambu, Jakarta Timur ini secara khusus ditulis Siti Fadilah Supari, pada Jumat (24/4/2020).

Surat dari mantan Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, berisikan keprihatinan dirinya terhadap kondisi bangsa yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Tak lupa, ia pun menyampaikan beberapa usulan yang ia nilai sederhana dalam upaya pemberantasan Covid-19 di Tanah Air.

Usulan yang disampaikan Siti Fadilah Supari, merupakan usulan untuk memperkuat kebijakan yang sudah diterapkan Presiden Jokowi. Ia menilai saat ini adalah bagaimana bisa menghentikan penularan wabah Corona sehingga dapat menurunkan angka kematian.

Menurut Siti Fadilah Supari, menurunkan penularan akan efektif bila pertama-tama dilakukan screening massal serentak. Kalau tidak bisa semua wilayah, bisa memilih daerah dengan zona merah saja.

Di zona merah perlu dilakukan deteksi dengan screening massal serentak, mencari mana yang positif dan mana yang negatif. Pisahkan yang positif, dari  yang positif ini ada yang simptomatik atau bergejala, dan ada 90 persen yang asimptomatik atau tidak bergejala.  Inilah kemudian yang bisa menularkan ke orang lain. Setelah jelas terpilah, maka bisa dilakukan PSBB dengan aman.

Namun jika belum dilakukan screening, maka kemungkinan terjadi penularan di area PSBB masih sangat mungkin. Misal satu orang dalam keluarga positif dan asimptomatik apakah tidak tertular pada anggota keluarganya? Kalau rumahnya besar, satu orang satu kamar bisa tidak menular. Tapi karena tidak tahu mana yang positif dan mana yang negatif, maka jika di waktu makan akan kumpul bersama.

Jika rumah berukuran kecil hanya 45 meter persegi berisikan 5 orang, apakah bisa tidak tertular?

Siti Fadilah Supari menekankan pentingnya screening massal serentak pada zona merah. Jika penularan turun, maka otomatis angka kematian juga ikut turun.

Siti Fadilah juga menyinggung tentang alat rapid test yang sensitif dan false negatifnya rendah. Sebaiknya digunakan rapid test yang molecular base, agar tidak buang waktu dan biaya karena harus tes berulang-ulang, sementara penyebaran berlanjut.

Primer atau reagen pada PCR untuk mendeteksi virus, sebaiknya menggunakan primer atau reagen buatan anak bangsa, berasal dari virus Corona strain Indonesia agar deteksinya lebih valid, ketimbang pakai dari luar yang belum tentu cocok, dengan virus yang ditemukan di Indonesia. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) telah mulai melakukan ini.

Siti Fadilah Supari juga memohon kepada Presiden Jokowi untuk tidak biarkan rakyat menangis.

Perintah Presiden untuk segera memenuhi kebutuhan dasar bagi rakyat di dalam wilayah PSBB sudah sangat jelas. Namun di tingkat bawah saat ini masih belum bisa merasakan kebijakan tersebut. Terlebih bantuan sosial belum diterima sebagian besar rakyat. Padahal rakyat sudah lebih sebulan harus tinggal di rumah, dan tidak bekerja sebulan sebelum PSBB diberlakukan.

Rakyat butuh kerja hanya untuk bisa makan setiap hari. Sementara itu sampai saat ini dapur-dapur umum belum serius didirikan oleh para lurah dan kepala desa. Dengan adanya PSBB di beberapa daerah, mohon sangat ada monitoring dan evaluasi di daerah-daerah tersebut, apakah kebijakan Presiden soal bantuan sosial sudah sampai pada rakyat yang membutuhkan? Apakah dapur-dapur umum sudah berdiri di setiap kelurahan dan desa?

Demikian halnya dengan rumah-rumah karantina buat ODP dan PDP yang seharusnya sudah ada di tingkat desa dan kelurahan.

Siti Fadilah Supari juga mengingatkan, bahwa di Kementerian Kesehatan sudah ada bidan  desa yang telah menjadi CPNS beberapa waktu lalu. Mereka punya jadwal rutin Posyandu. Mereka juga sudah biasa door to door memeriksa kesehatan rakyat di desa. Bidan desa dan posyandu bisa jadi salah satu ujung tombak monitoring dan evaluasi maupun untuk screening.

Dalam isi pesannya di kalimat terakhir suratnya, Siti Fadilah Supari juga memohon kepada Presiden Jokowi untuk keselamatan masa depan bangsa dan negara. Ia pun ikut mendoakan agar bangsa ini bisa secepatnya kembali bangkit dan wabah Corona segera berakhir.(Ar)

 

 

Redaksi

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *