Saiful SH, Dukung Upaya Pemerintah Tingkatkan Ekspor Di Tengah Pandemi Covid-19

 Saiful SH, Dukung Upaya Pemerintah Tingkatkan Ekspor Di Tengah Pandemi Covid-19

Saiful SH alias Mr.Bejo

ekspor adalah Bentuk perdagangan internasional . Atau sebuah kegiatan transportasi barang dan komoditas dari suatu negara ke negara lain .

Jakarta, Telescopemagz.com | | Saiful SH, menyatakan bahwa Ekspor bisa di lakukan oleh perusahaan berskala bisnis kecil UKM, UMKM, bisnis menengah, dan seterusnya dan Ekspor merupakan strategi yang umum untuk bersaing di pasar internasional .

Hal tersebut disampaikan oleh Saiful SH, selaku pegiat bisnis dan ekonomi, yang memiliki cabang usaha di  Yogyakarta, saat menjadi narasumber di acara Ngobrol Cerdas (Ngobras) secara virtual dengan tema ‘Dukung Upaya Pemerintah Tingkatkan Ekspor Ditengah Pandemi Covid-19’ yang digagas Indonesia Care Forum (ICF) dan Sinar Media Indonesia, Senin, 22 Februari 2021.

“Kita tau saat ini hampir seluruh belahan dunia terdampak Pandemi Covid-19, termasuk indonesia. Hampir satu tahun kita semua merasakan dampak Pandemi Covid-19. Dampak serius saat ini adalah, krisis kesehatan secara global dan krisis ekonomi secara global”, jelas Saiful SH atau akrab disapa Bejo.

Bejo pun menambahkan, “Langkah demi langkah dengan berbagai kebijakan telah Di lakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang kita cintai ini”.

“Dan kebijakan- kebijakan Pemerintah, sepantasnya harus kita dukung dan kita patuhi, lalu kita laksanakan” tegas Bejo.

Saiful SH

Pada kesempatan tersebut, Saiful SH alias Bejo yang juga menjabat sebagai CEO PT. Sinar Media Indonesia, membahas langkah Pemerintah untuk meningkatkan ekspor di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Bejo, Fasilitas untuk pelaku usaha eksportir dan importir sudah di sediakan. Indonesia saat ini punya 46 perwakilan perdagangan Di 31 negara. Pemerintah telah menyelenggarakan ‘Trade expo indonesia virtual exhibition 2020’.

“Pemerintah juga telah meluncuran program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2021, guna mengajak masyarakat membeli dan menggunakan produk lokal buatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)”, ujar Bejo.

“Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE ) yang mengatur tentang Pihak-pihak yang melakukan, persyaratan, penyelenggaran, kewajiban pelaku usaha, iklan, penawaran, penerimaan, konfirmasi, kontrak, pembayaran, pengiriman barang, penukaran barang dalam Perdagangan dengan Sistem Elektronik, perlindungan data pribadi, penyelesaian sengketa PMSE hingga pengawasan dan pembinaan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.” Jelas Bejo.

“Pemerintah juga tengah mengimplementasikan hasil perjanjian kerjasama ASEAN- HONGKONG dan China Free Trade Agreement (AHKFTA), yang mana Implementasi ini tepat waktu bersamaan dengan upaya Pemerintah untuk terus menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Sehingga Peluang Indonesia untuk mendorong eskpor di pasar Asia terbuka semakin lebar”, urai Bejo yang kini juga sebagai Direktur PT BNN (PT . Bromo Noto Negoro).

Manfaat dan Tujuan Ekspor.

1,memperluas pasar produk lokal serta untuk meningkatkan pangsa pasar produk 2 dalam negeri

2, Menambah Devisa negara,

3,membuka lapangan pekerjaan, meliputi UMKM .UKM .dll.

4,mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Karena sistem pembayaran menggunakan mata uang negara tujuan dll.

5.peluang menciptakan pasar di negara lain. Artinya  menciptakan lapangan pekerjaan di negara lain dan kita prioritaskan putra putri bangsa kita sebagai pelaku pasar di negara lain tersebut, dan sebagai tenaga ahli nya.

6,untuk menciptakan iklim usaha dan ekonomi yg kondusif  .nasional dan global .

7,menjaga stabilitas kurs, dan kuota, menuju indonesia menjadi negara maju .

 

Kesimpulannya .

Pertama,

Potensi  UMKM dan UKM memiliki peran penting  untuk menciptakan pasar di internasional .

Untuk pemulihan dan percepatan ekonomi  di masa pandemi covid-19, dengan ekspor merupakan strategi yang multi fungsi.

Dan ini terbukti. Contoh hasil pertanian dan perkebunan, yaitu kelapa parut. Bisa kita bayangkan, saat ini ada kurang lebih 7 negara yang membutuhkan nya, yaitu India, Vietnam, Malaysia, China, Rusia, Irak dan Selandia Baru. Kapasitas ekspor tahun 2020 mencapai 70,923 ton atau senilai 2,8 triliyun rupiah. Komoditi lainnya adalah Ekspor rempah rempah dll.

Kedua,

Penyuluhan tentang pasar Lokal dan global, kepada warga negara indonesia untuk TENTANG  usaha UMKM, UKM, dan menggandeng pengusaha pengusaha swasta  untuk joint dan investasi

Ketiga,

Sistem Regulasi pasar yang cepat dan tepat. Misalnya Produk UMKM batik dan pernik pernik .

Saiful SH / Mr. Bejo

Importir kita di negara tujuan yang membeli batik dan pernik pernik yang kita ekspor ke negara tujuan di prioritaskan dari UMKM itu sendiri. SDM nya dengan sistem pembayaran yg cepat. Contoh, sekian ribu batik yang di ekspor dan di pesan oleh importir kita sendiri di negara tujuan,dan langsung di bayar.

Bahasa yang paling sederhana, Saiful dari Yogjakarta. Menjual batiknya ke Amerika dan di beli oleh Saiful sendiri di Amerika, dengan harga dan mata uang yang berlaku di Amerika. Maka secara langsung, daya beli di Indonesia ini meningkat dan regulasi pembayaran aman. Jadi keuntungannya pasti.

Di sisi lain dengan metode ini maka Saiful harus bisa menciptakan pasar batik di Amerika.

“Negara Maju bukan hanya sebatas negara yang menjadi tujuan pasar, tapi sebuah negara yang harus mampu menciptakan pasar”, pungkas Saiful SH. (Fajar/ Saiful SH)

info@telescopemagz.com

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *