KH Said Aqil Siroj Gelar Halalbihalal

 KH Said Aqil Siroj Gelar Halalbihalal

Tegaskan Cinta Tanah Air sebagai Bagian dari Iman

Jakarta, Telescopemagz | Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti acara halalbihalal bersama KH Said Aqil Siroj di Said Aqil Siroj (SAS) Center, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

KH Said Aqil Siroj Gelar Halalbihalal

Acara yang digelar pasca Idulfitri ini menjadi momen silaturahmi dan refleksi kebangsaan yang sarat makna, terutama dengan kehadiran KH Said Aqil yang tetap datang meski sedang tidak dalam kondisi sehat.

KH Said Aqil Siroj Gelar Halalbihalal

“Dua hari ini saya sakit gusi, jadi kurang nyaman tidur dan makan. Sore ini saya rencana ke dokter,” ujar Kyai Said sembari tersenyum, disambut tawa hangat para hadirin. Karena alasan kesehatan, panitia membatasi jumlah tamu yang hadir. “Beliau sedang tidak fit, jadi kami batasi kunjungan agar tidak terlalu melelahkan,” jelas Rakhman, Sekretaris Yayasan SAS.

Meski bersifat sederhana, acara ini dihadiri oleh beragam tokoh dari kalangan direktur BUMN, wartawan senior, hingga tamu internasional, salah satunya adalah Dr. Omar Farooc Kalair, ekonom asal Kanada keturunan Pakistan. Dr. Omar datang ke Indonesia dalam rangka riset mengenai industri halal dan menyatakan kekagumannya terhadap perkembangan tersebut.

“Saya pernah ke sini 15 tahun lalu. Sekarang sudah banyak berubah. Dan saya senang karena di sini semua makanan halal,” ujarnya. Ia hadir bersama Budiman Indrajaya, seorang pengusaha Muslim sekaligus CEO Urun RI.

KH Said Aqil Siroj Gelar Halalbihalal

Dalam suasana santai namun sarat makna, KH Said Aqil mengajak para tamu berdialog tentang pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, nilai-nilai yang sejak lama menjadi pijakan Nahdlatul Ulama (NU). Kyai Said mengingatkan kembali posisi tegas NU dalam sejarah bangsa Indonesia, yakni menolak konsep negara agama dan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk yang paling sesuai bagi masyarakat yang majemuk.

“Konsep kami jelas: Hubbul Wathon Minal Iman — cinta tanah air adalah bagian dari iman. Mati demi tanah air adalah syahid. Dan siapa pun yang mengkhianati negeri layak dihukum tegas,” tutur Kyai Said dengan penuh penekanan.

Ia juga menyampaikan bahwa NU turut berperan besar dalam penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta yang mengandung kewajiban menjalankan syariat Islam. Menurutnya, langkah tersebut adalah bentuk kebesaran hati para ulama untuk menjaga keutuhan bangsa.

KH Said Aqil Siroj Gelar Halalbihalal

“Indonesia harus kuat dan bersatu dulu, baru kemudian memperjuangkan nilai-nilai Islam. Jangan dibalik. Negara agama justru rawan konflik, seperti yang kita lihat di banyak negara di Timur Tengah,” jelasnya.

Pesan yang disampaikan KH Said Aqil menjadi pengingat penting bahwa agama dan nasionalisme tidak perlu dipertentangkan. Justru, nilai-nilai keislaman yang sejati dapat tumbuh subur di atas fondasi negara yang damai, inklusif, dan menghargai keberagaman. (Fjr) | Foto: Istimewa

Fajar Irawan

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *