Ada Goyang Dangdut dan Kocok Perut dalam “Mendadak Dangdut”

 Ada Goyang Dangdut dan Kocok Perut dalam “Mendadak Dangdut”

Jakarta, Telescopemagz l Pertengahan 2000-an pernah hadir “Mendadak Dangdut” di bioskop tanah air. Tahun ini, selang 19 tahun, sineas Monty Tiwa membuat versi barunya. Masih dengan kemasan drama komedi, bikin penasaran seperti apa versi barunya.

Monty mengaku film ini bukan remake, reborn, atau reboot dari versi sebelumnya. Proyeknya sama sekali baru. Kecuali Dwi Sasono, lainnya pemain baru. Hanya ada kesamaan judul dan kesamaan premis semata. Sisanya jalan cerita yang baru dikemas dalam tren kekinian dan karakter komedi yang lebih banyak.

Kesamaan seputar seorang penyanyi yang melarikan diri karena tersangkut kasus kriminal. Kemudian bareng kakaknya yang manajer dia pun sembunyi. Jalan keluar dari kasusnya, si penyanyi bergabung dengan orkes dangdut.

Monty memasang Anya Geraldine sebagai Naya, bintang lapangan menggantikan Titi Kamal. Berbeda dengan karakter Titi yang rocker disangka membawa narkoba, Anya penyanyi pop dikira terlibat kasus pembunuhan. Untuk peran ini, Anya lumayan kerja keras berlatih cekok dangdut dan berhasil mengimbangi Wika Salim yang pedangdut betulan.

Penulisan cerita pun disajikan lebih mendalam. Tak sekadar goyang dangdut sebagai penawar luka. Ada pula lekukan drama yang menyentuh berupa hubungan ayah dan anak yang terluka hatinya. Anak sekarang menyebutnya daddy issue.

Mulai dari marahnya Naya kepada ayahnya (Joshua Pandelaki) yang minggat karena kawin lagi. Kemudian baru muncul lagi ketika sudah tak punya apa-apa, namun tetap dibela sang adik (Nurra Datau). Kemudian ada Wawan (Keanu Angelo) yang marah kepada ayahnya (Opie Kumis) yang mendekati penyanyi orkesnya (Wika Salim).    

Namun crème de la crème di sini ya suguhan komedinya yang mencuri perhatian. Materi pemain jenaka mulai dari Opie, Keanu, komika Fajar Nugra, hingga kreator konten asal Medan, Adi Sudirja bukan sekadar pelengkap. Bahkan menjadi kunci kekuatan film ini.

Adu celetukan mereka yang orisinil mengingatkan pada serial “Si Doel Anak Sekolahan”. Betapa kelucuan Mandra yang khas Betawi diadu dengan personil Srimulat mas Karyo (Basuki) menjadi bagian yang tak terpisahkan. Seperti Rano, Monty tinggal mengandalkan mereka yang memang sudah terbiasa melakukan improvisasi.

Alhasil, “Mendadak Dangdut” berhasil menjadi film yang menghibur. Kalaupun tak suka dengan musiknya, nikmati dramanya yang menyentuh hati dan tawanya yang tak pernah henti. (bat)

Fajar Irawan

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *