Jet Tempur Siluman KF 21 Boramae, “Bargaining Position” Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik
Jakarta, Telescopemagz.com I Di kawasan Indo – Pasifik ( Asia Timur, Asia Selatan dan Samudra Hindia) Indonesia harus mengetahui kondisi geopolitik yang terjadi, ada kekuatan besar seperti Amerika Serikat, China, India dan Jepang. Pertahanan militer Indonesia menjadi garda terdepan. Kapasitas militer Indonesia harus mumpuni (menurut data Global Firepower) saat ini Indonesia di urutan ke 13 dalam daftar kekuatan militer dunia , perlu dicatat bahwa geopolitik tidak hanya membahas tentang geografi, tetapi melibatkan analisis lainnya termasuk posisi Indonesia di Indopasifik yang dapat mempengaruhi kekuatan di bidang keamanan di kawasan ASEAN. Strategi pertahanan ini harus dibentuk untuk memperkuat geopolitik Indonesia di kawasan ASEAN maupun Indopacific. . Jet tempur buatan anak bangsa Indonesia yang sedang dikerjakan perakitannya adalah KF-21/IF-X Boramae, hasil kolaborasi dengan Korea Selatan (Korea Aerospace Industries ).
Dalam pertemuan di acara Indo Defence 2025 baru lalu yang diadakan di JIExpo Kemayoran, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoedin mengatakan perlu adanya tindak lanjut lagi setelag kerjasama Indonesia dengan KF -21 ini. Jet tempur buatan anak bangsa ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan dan memperkuat pertahanan udara Indonesia. Indonesia, sebagai negara yang terus mengembangkan kekuatan militernya, memiliki beberapa proyek pesawat tempur yang menarik perhatian.
Meskipun saat ini belum ada pesawat tempur yang sepenuhnya buatan Indonesia yang beroperasi secara penuh, beberapa proyek dan akuisisi menunjukkan langkah maju dalam pengembangan teknologi pertahanan.Pesawat tempur pertama yang patut dicatat adalah KF-21 Boramae, sebuah proyek kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan. Pesawat ini merupakan generasi 4.5 yang menjanjikan kemampuan siluman dan teknologi avionik canggih. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, peran Indonesia dalam proyek ini menunjukkan ambisi negara untuk memiliki pesawat tempur modern.

KF-21 Boramae: Pesawat Tempur Generasi 4.5> KF-21 Boramae adalah hasil kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan yang bertujuan untuk menciptakan pesawat tempur modern. Dengan desain siluman, pesawat ini dirancang untuk mengurangi deteksi radar, memberikan keuntungan strategis dalam pertempuran.Selain itu, KF-21 juga dilengkapi dengan teknologi avionik mutakhir yang mendukung berbagai misi, mulai dari pengintaian hingga serangan udara. Dengan skema pembiayaan 20 % Indonesia mendapat 42 Unit Jet Tempur KF 21 Boramae.Proyek ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk berinvestasi dalam teknologi pertahanan yang lebih canggih.
Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan dan produksi KF-21, meskipun pesawat ini tidak sepenuhnya buatan Indonesia.Dalam proyek ini, pihak Korea Selatan berkontribusi 60 persen dalam hal pembiayaan dana program.Indonesia berkontribusi sebesar 20 persen, sedangkan sisanya ditanggung oleh pihak swasta. Pesawat tempur ini dirancang dengan kursi tunggal dan bermesin ganda yang kemampuan ditargetkan lebih “siluman” dari Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon.Untuk memenuhi target itu, pesawat ini dibekali dengan sistem avionik yang lebih baik, radar active electronically scanned array (AESA), dan alat peperangan elektronik yang lebih efektif.

Spesifikasi KF 21 Boramae > KF-21 Boramae adalah pesawat tempur generasi 4.5 buatan Korea Selatan, hasil kolaborasi dengan Indonesia. Pesawat ini dirancang untuk peran superioritas udara dan serangan presisi, dengan beberapa spesifikasi kunci meliputi: berat lepas landas maksimum sekitar 25.600 kg, kecepatan maksimum Mach 1,81 (2.220 km/jam), dan dilengkapi dengan 10 hardpoint untuk persenjataan.
Berikut adalah spesifikasi lebih detail dari KF-21 Boramae:
- Jenis: Pesawat tempur supersonik, generasi 4.5.
- Mesin: Dua mesin General Electric F414, sama seperti F/A-18E/F Super Hornet.
- Panjang: 16,7 meter.
- Lebar sayap: 10,6 meter.
- Berat: Minimum 7,7 ton, maksimum 25 ton.
- Kecepatan: Maksimum Mach 1,81 (2.220 km/jam).
- Jarak tempuh: 2.870 km
- Persenjataan:
- Rudal udara ke udara: MBDA Meteor, AIM-120 AMRAAM, Diehl IRIS-T, AIM-9X Sidewinder, dan ASRAAM (direncanakan).
- Rudal udara ke darat: Taurus KEPD 350, RUPS-65.
- Rudal anti kapal: AGM-84 Harpoon.
- Meriam: M61 20-milimeter gatling gun.
- Hardpoint: 10 titik (6 di bawah sayap, 4 di bawah badan pesawat).
- Kemampuan: Superioritas udara, serangan presisi, dan kemampuan multi-tembak jarak jauh dan dekat.
Selain spesifikasi di atas, KF-21 juga diklaim memiliki teknologi siluman, meskipun bukan pesawat tempur siluman penuh. Beberapa fitur yang mendukung klaim ini adalah desain aerodinamis, penggunaan material komposit, dan pengurangan tanda tangan radar, menurut CNN Indonesia. KF-21 juga direncanakan untuk mengintegrasikan Next Air Combat System (NACS), sebuah sistem jaringan tempur udara. ( Teks : Eka C Herlambang; Foto : Istimewa)