Insiden pengusiran Wartawan oleh Staff DPRD Depok, berujung Pengakuan: Saya telah Khilaf
Depok, Telescopemagz | Lagi-lagi citra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok tercoreng. Kali ini penyebabnya seorang staf DPRD bernama Devi Wulandari mengusir beberapa wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Kejadiannya berawal ketika 2 orang wartawati kota Depok yang bernama Gustini dan Anggi berada di Gedung DPRD Kota Depok, Jl Boulevard GDC, Depok pada Jumat (13/02/2026).
Kedua wartawati tersebut berencana menemui Kania Purwati, kepala bagian Humas, untuk wawancara.
Saat menuju ruangan Kabag Humas, mereka melintas di lobi Gedung DPRD, tepat depan ruang paripurna.
Saat itu pihak Dewan tengah menggelar acara cucurak, tradisi masyarakat Sunda dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Tiba-tiba kami dihadang. Dengan suara lantang, teriak-teriak, Devi bilang, ‘Siapa yang undang. Ini acara kita-kita’. Saya langsung shock, speechless. Siapa yang ingin ikut makan di acara wakil rakyat itu?” papar Gustini kepada awak media pada Sabtu (14/02/2026).
Gustini, yang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, mengaku sama sekali tak menduga mendapat perlakuan kasar berupa pengusiran dengan nada teriak.
“Devi mengusir kami seperti menghalau seekor kucing hingga orang-orang di acara cucurak menonton kami. Karena shock, saya sampai menangis, setelahnya. Beda dengan Anggi yang mampu menjawab omongan Devi,” lanjut Gustini.

Acara cucurak DPRD Kota Depok pada Jumat (13 /02 /2026). Dalam tradisi Sunda saat cucurak, warga mengundang tetangga makan bersama dalam rangka menyambut Ramadan.
Menurutnya, meski Anggi menjelaskan bahwa tindakan Devi keliru sebab dirinya hendak ke ruangan Kabag Humas dan sebenarnya wartawan bisa saja memantau acara cucurak, pegawai DPRD Kota Depok itu tetap kukuh mengusir.
Akhirnya keduanya meninggalkan lokasi kejadian, menuju ruangan Media Center DPRD. Di sana mereka menceritakan perlakuan yang baru saja diterimanya.
Seorang wartawan yang mendengar informasi kejadian kemudian menuju acara cucurak. Melihat si kuli tinta, Devi tetap menghalau dengan tindakan serupa yang dialami Gustini dan Anggi.
“Rizal juga mendapat perlakuan kasar, sehingga terjadi keributan. Devi menghardik, ‘Silakan keluar karena masuk tanpa izin. Saya yang pegang kendali di sini’. Kasar betul,” cerita Gustini.
Guna menenangkan diri, Gustini menuju masjid dalam Komplek DPRD Kota Depok. Tak lama kemudian, unsur pimpinan Dewan bersama Devi menemuinya di dalam masjid.
“Di situ Devi menyampaikan permintaan maaf dan mengaku khilaf,” tutur Gustini lagi.
Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna yang dikonfirmasi awak media via WhatsApp soal insiden pengusiran wartawan dimaksud, hingga berita ini hendak ditayangkan belum merespons.
BUKAN STAFF FRAKSI PDIP
Tak lama setelah insiden pengusiran wartawan, beredar informasi bahwa Devi Wulandari adalah staf Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kota Depok.
Hal tersebut langsung diklarifikan Yuni Indriany, wakil ketua DPRD Kota Depok asal PDIP.
“Perlu diluruskan bahwa yang bersangkutan bukan staf partai. Ia staff Sekretariat Dewan berstatus PPPK yang menjalankan tugas kedinasan. Jadi ia bukan representasi partai,” ujar Yuni, yang juga Ketua DPC PDIP Kota Depok, sebagaimana dikutip awak media. (Irfan)